UncategorizedNovember 25, 2008 11:29 am

Akhirnya setelah sekian lama, saya menulis juga atas request dari sahabat saya yang beberapa hari lagi akan memulai tahapan hidup baru..

Tulisan tentang pernikahan…benar2 subjek yang cukup berat. Berat karena saya harus membuat tulisan yang realistis tapi cukup bermakna, membumi tapi juga memberi semangat dan keyakinan terutama buat sang calon pengantin.
Apalagi request ini datang dari salah satu penulis terbaik di mata saya (paling tidak seangkatan TI 02 hehe). Karena sifat beliau yang skeptical, saya juga merasa dituntut membuat tulisan yang tidak penuh dengan petuah2 bla..bla..bla…, harus berbau ilmiah, tapi juga nyentrik/orisinil…

Saya akan memulai tulisan ini dengan satu premis: Pernikahan adalah salah satu tahapan kehidupan. Saya rasa premis ini sudah cukup jelas dan tdk terlalu perlu dijabarkan lagi.

Premis kedua adalah: Dalam kehidupan ini selalu ada dua sisi yaitu kejadian2/saat2 yang menyenangkan-membahagiakan dan kejadian2/saat2 yang sulit-berat-menyedihkan. Saya rasa ini bukan hanya premis tapi sudah menjadi aksioma… Paling tidak itu yg saya rasakan.

Premis ketiga adalah, kejadian2/saat2 yang menyenangkan-membahagiakan bisa kita anggap sebagai result; sedangkan kejadian2/saat2 yang sulit-berat-menyedihkan bisa kita anggap sebagai effort.. Nah, premis yang ini perlu pembenaran penjelasan.

Saya menganggap bahwa kejadian2 yang membahagiakan atau gampangnya lagi “kebahagiaan” adalah hasil akhir (result) dari segala yang kita upayakan di dunia. Saya berasumsi bahwa semua orang tentu menginginkan bahkan mengejar kebahagiaan.. Karena itu, saya anggap bahwa kebahagiaan merupakan “goal” atau dalam tataran waktu yang lebih singkat disebut ‘result’.

Sedangkan kejadian2 yang sulit-berat-menyedihkan saya yakini sebagai sesuatu yang harus dilalui untuk memperoleh kebahagiaan sebagai end result yang diharapkan. Sering dibilang, no pain no gain.. Pain di sini bukanlah suatu kondisi yang menunjukkan hasil akhir, melainkan menunjukkan suatu pengorbanan (effort) yang harus dilakukan.

Karena sudah ada pembenaran penjelasan tentang result dan effort di atas, kita bisa beranjak ke satu konsep fisika yaitu efisiensi. Efisiensi adalah total output (result) dibagi dengan total input (effort).. Semakin tinggi efisiensi diyakini semakin baik karena dengan input/effort yang kecil, bisa diperoleh output/result yang besar.

Lalu kaitannya apa dengan pernikahan??!!

Bayangkan seorang manusia yang hidup sendiri. Ketika dia mendapat suatu kesulitan atau kesedihan, dia harus menghadapinya sendirian. Ketika dia dikaruniai kebahagiaan, dia juga menikmatinya sendirian. Kalau kita anggap bahwa hidup ini adil dan seimbang, bisa diandaikan bahwa terjadi kesulitan dan kebahagiaan yang seimbang dalam hidup orang tsb. Misalnya terjadi 10 kesulitan dan 10 kebahagiaan dalam hidupnya, maka efisiensinya adalah 10/10 yaitu 100%.

Sebaliknya dengan pasangan yang menikah, segala kesulitan akan ditanggung berdua. Apabila suami sedang gelisah karena adanya suatu masalah, istri bisa berbagi kegelisahan tersebut dan bisa menghibur dan menenangkan kembali sang suami. Apabila istri sedang sedih, suami bisa mendukung dan menguatkan sang istri. Kesulitan terasa lebih ringan ditanggung berdua.

Ketika salah satu mengalami kebahagiaan, yang satunya juga akan mengalami kebahagiaan yang sama. Apabila suami senang, maka istri ikut senang.. Ketika istri bahagia, sang suami tentunya ikut bahagia.. Kebahagiaan menjadi berlipat ganda karena dirayakan berdua.

Apabila dikuantifikasikan, seandainya dalam perjalanan pernikahan mereka juga terjadi 10 kesulitan dan 10 kebahagiaan, maka efisiensinya adalah 2 x kebahagiaan dibagi dengan 0,5 x kesulitan. Efisiensinya adalah 20/5 yaitu 400%. Efisiensi yang jelas lebih tinggi dibandingkan contoh sebelumnya dan menunjukkan bahwa pernikahan (yang sakinah mawaddah warrohmah tentunya) jauh lebih baik dibandingkan hidup sendiri (at least 4 x lipat berdasarkan hitung2an di atas).

Tulisan ini cuma contoh sederhana mengenai berkah sebuah pernikahan dengan sedikit pembenaran dan logika yang mungkin agak dipaksakan.
Satu pesan buat sahabat saya yang akan segera menempuh tahapan baru dalam hidupnya, percayalah bahwa ke depan pasti akan ada banyak halangan, rintangan, kesulitan dan kesedihan.. Tapi, yakinlah bahwa di balik itu akan ada lebih banyak lagi kebahagiaan yang menanti.
Segala kesulitan dan kebahagiaan insya Allah akan terasa lebih indah apabila dijalani berdua. (boleh dong petuah dikit di ujung hehe.. )

Barokallaahu laka wa barokah alaika.. sekali lagi mhn maaf tidak bisa hadir langsung.

NB: Bukan berarti kalau punya istri 4, efisiensinya jadi 2500% :-)

UncategorizedJune 6, 2007 3:56 pm

Ini sedikit uneg2 berkaitan dengan reshuffle anggota kabinet yang lalu…
Bukan bermaksud ngebelain siapapun..dan terus terang saya gak terlalu care sama menteri2 kita bwt ngebelain salah satu atau salah dua dari mereka..

‘Enyek2′…istilah yang saya dapet dari orang Palembang.. Intinya sih klemak-klemek (istilah lagi dari Jawa), lembek, lembeng, gak tegas, dst..dsb..

Terus terang itu yang saya rasain dari presiden saya (presiden Anda juga) ketika kejadian reshuffle kabinet yang lalu..Sudah pengumumannya ditunda-tunda, menteri yang bersangkutan tidak ditemui langsung (gak gentle)..Rakyat bingung menerka2..menteri sibuk menduga2..Gak ada yang ngurusin negara…

Ini diskusi yang terjadi saat itu yang ada di bayangan saya. Karena ini cuma di bayangan saya, maka Anda tidak berhak mengganggu gugat, kecuali mengganggu gugat di bayangan Anda sendiri :-)

Sudi Silalahi: Bapak Menteri X… Dikarenakan rakyat sudah tidak percaya lagi sama Anda, dengan terpaksa Bapak Presiden memberhentikan Anda.. Sebetulnya sih kinerja Anda bagus, cuman rakyat sudah ndak percaya lagi sama Anda. Daripada pemerintahan kita didemo terus, lebih baik Anda kami geser dulu..Dan jangan kuatir, partai sampeyan masih tetap kami beri jatah menteri..Jadi ndak berkurang..

Menteri X: Sebetulnya saya nrima2 saja diberhentikan mas Sudi..Cuma bos sampeyan itu lho mana?? Dulu waktu saya dilamar jadi menteri, saya didekat2i..dibaik2in.. Sekarang bwt ngomong sama saya aja kok ndak berani…

Dari diskusi bayangan tadi, bisa ditarik beberapa kesimpulan:
1. Ini negara tapi dikelola mirip Karang Taruna (no hard feeling bwt temen2 dari karang Taruna).. Tidak jelas seseorang dipilih sebagai menteri karena apa, tidak jelas pula dia diberhentikan karena apa. Kalau menteri itu jadi tidak tahu apa yang mustinya dia kerjakan (atau seenaknya saja dalam bekerja) ya memang sudah sewajarnya karena dasar pemilihannya dan dasar pemberhentiannya tidak jelas.
2. Fungsi kontrol presiden thd anak buahnya masih lemah.. Ini ditunjukkan dari sikap presiden yang tidak tegas pada anak buahnya..Ketidaktegasan ini bisa karena dua hal, memang sifat dasar presidennya yang tidak tegas,atau presiden tidak punya dasar untuk bersikap tegas. Hal yang kedua ini yang lebih berbahaya karena menunjukkan tidak adanya sistem kontrol yang jelas dalam pemerintahan kita.

Saya mendambakan bahwa sesuai dengan namanya, lembaga eksekutif, bisa dikelola secara ‘executive’ pula. Saya mendambakan dialog yang terjadi seperti ini:

Presiden: Bapak Menteri X, sesuai dengan pembicaraan kita dahulu pada saat Anda saya minta bantuan sebagai menteri urusan Y, maka target pencapaian kita dalam 5 tahun masa pemerintahan adalah perbaikan menyeluruh dalam perkembangan urusan Y kita dengan fokus pada hal K, L, M, dan N. Perbaikan tersebut harus kita laksanakan secara gradual dengan milestone A dan B pada dua tahun pertama pemerintahan , serta C dan D di akhir masa pemerintahan. Karena dalam dua tahun ini kita belum mencapai milestone yang sudah kita tentukan bersama, maka Anda saya anggap gagal dan dalam kesempatan ini saya berhentikan sebagai Menteri..

Urusan selesai, Presiden tidak perlu sibuk mencari2 alasan yang tidak perlu, dan si menteri seharusnya dapat menerima dengan legowo karena memang dia tidak ‘perform’.

Menurut saya praktik seperti ini akan jauh lebih baik dari bayangan saya akan kondisi sekarang di mana untuk memilih seorang menteri musti mempertimbangkan tetek bengek politik yang mengesampingkan fungsi utama dari seorang menteri yaitu memperbaiki kondisi negara ini secara profesional..Fungsi menteri untuk meningkatkan kinerja departemennya secara profesional dan bertanggung jawab.. Bayangkan kalau di ‘atas’ nya saja sudah begitu, bagaimana dengan pegawai di bawah2nya??? jangan berharap bisa bagus..

Dengan praktik yang lebih ‘executive’ ini, pada akhirnya presiden pun tidak perlu ‘enyek2′ lagi karena keputusan pengangkatan dan pemberhentian menteri menjadi lebih transparan dan diketahui semua orang…Kinerja para menteri ada ukurannya dan dapat dilihat semua orang..

UncategorizedApril 4, 2007 7:36 pm

Tomorrow is my 2nd presentation on my workplace. As a new recruitee, I must conduct three presentation before I’m permanently hired. Unlike many other company, I must take one year of probation.

Different than the first one, I feel nervous about my 2nd presentation. Not (only) because of the next 5 month salary that I might lost, but because I already feel attached to the job. I still have huge debt to finish the project that I’ve started.. To give strong base for my team so they can finish their job faster and easier with better result.

I already feel attached to the people, who support me on their spesific and unique way.

Still feel that I haven’t learn enough from the company’s best practice.

Still feel that I haven’t try my best.. Haven’t run with all my might and spirit…

Yaa Allah, please bless me the best……………

UncategorizedMarch 30, 2007 8:37 pm

My new definition about Leader:

In operation environment, especially in hectic situation, we must made fast decision. The one who can make well informed decision, with long term consideration, and all side effects are known, is called a leader.

UncategorizedNovember 30, 2006 5:07 pm

The never ending school is just begin after graduating the last school. *

Being graduated doesn’t mean that we should stop studying, stop learning. Study and learn in every single breathe of yours.

* Quoting from the sticker attached to my cupboard since when I was still in the elementary school.Still trying to figure out what does it mean..